Minggu, 22 November 2009

90 Persen Bayi Lahir Berbobot Sangat Rendah Hidup Selamat

Jakarta, Kasus kelahiran bayi dengan berat badan di bawah normal masih banyak terjadi. Lebih dari 90 persen bayi yang lahir dengan berat badan 800 gram atau lebih bisa bertahan hidup. Sedangkan bayi dengan berat 500 gram atau kurang memiliki kesempatan 40-50 persen bertahan hidup walaupun kemungkinan komplikasinya lebih besar.

Bayi yang lahir dengan berat badan di bawah 2.500 gram (2,5 kg) termasuk dalam berat badan rendah, sedangkan jika lahir dengan berat badan kurang dari 1.500 gram (1,5 kg) termasuk dalam berat badan sangat rendah.

Secara umum bayi yang berat badannya rendah karena dua sebab yaitu lahir sebelum waktunya (prematur) atau karena usia kehamilannya yang memang kecil.

Diperkirakan sekitar 1 dari 13 kelahiran bayi memiliki berat badan rendah di bawah normal. Tapi jika bayi yang lahir berat badannya rendah, biasanya sangat rentan memiliki masalah dengan kesehatannya atau memiliki kekurangan kemampuan saat dewasa nanti.

Seperti dikutip dari Pregnancy, Senin (23/11/2009) penyebab umum bayi lahir dengan berat badan rendah adalah akibat konsumsi alkohol, terpapar asap rokok saat hamil, penggunaan obat-obatan secara teratur, gizi buruk, stres dan ketakutan yang berlebihan, ibu yang berat badannya rendah, kelainan genetik, menderita penyakit kronis, kurangnya perawatan saat hamil dan waktu kehamilan yang dekat dengan sebelumnya.

Bayi dengan berat badan rendah memiliki banyak kebutuhkan khusus agar dapat bertahan hidup, karenanya seringkali bayi diletakkan di ruang NICU (neonatal intensive care unit). NICU biasanya dirancang untuk membatasi tekanan pada bayi serta memenuhi kebutuhan dasar bayi seperti kehangatan, nutrisi dan menunjang pertumbuhan serta perkembangannya.

Selain dengan bantuan NICU, sang ibu juga bisa membantu pemulihan kondisi sang bayi dengan cara menyusui. Memberikan ASI secara eksklusif merupakan cara terbaik dalam memberikan bayi makan. Biarkan bayi lebih sering menyusui setiap 3 sampai 4 jam sekali, karena ASI mengandung semua kebutuhan nutrisi bayi. Selain itu berikan kehangatan pada bayi, karena bayi dengan berat badan rendah rentan terkena hipotermia (suhu tubuh turun).

Tak lupa berikan kontak kulit agar bayi merasa lebih aman. Serta lakukan kontrol secara rutin dengan dokter untuk mengetahui apakah ada gejala penyakit kuning pada bayi (jaundice), sulit bernapas atau demam agar bisa segera ditangani dan cepat mendapatkan berat badan normal.

0 komentar:

Posting Komentar

 

©2009 Klinik Batam | by TNB